Hook hanyalah sebuah ide yang ingin didengar telinga lagi.
Itu saja. Tidak harus cerdas. Tidak perlu bersifat sastra. Ia harus mudah diingat dan harus cocok dengan lagunya. Sisanya opsional.
Begini cara menulis satu dalam sepuluh menit atau kurang.
Menit 1–2: Mulai dengan ritme, bukan melodi
Ambil ponselmu dan rekam. Jangan pikirkan nada dulu, cukup ketukkan ritme dengan mulutmu. Sesuatu seperti:
DUM da-da DUM da DUM
atau
da DUM da da da DUM DUM
Temukan bentuk ritmis yang terasa pas untuk energi lagunya. Apakah ia menghentak dan mendesak, atau santai dan memantul? Biarkan ritme membawanya.
Ritme adalah apa yang sebenarnya dihafal otakmu. Nada-nada mengisi belakangan.
Menit 3–4: Tambahkan bentuk melodi
Sekarang tambahkan melodi ke ritme. Masih belum perlu khawatir soal kata. Cukup gerakkan nada naik dan turun di atas kerangka ritmismu.
Coba sertakan:
- Satu lompatan, jarak interval kuart atau lebih, di suatu tempat dalam frasa
- Titik pendaratan yang jelas di mana frasa terasa seperti menemukan resolusi
Jika kamu bergerak sebagian besar bertahap (nada-nada berdekatan) dan menyimpan lompatan untuk puncak emosional, kamu sudah lebih maju dari kebanyakan draf pertama.
Untuk pembahasan lebih lengkap tentang mengapa ini berhasil, perbedaan antara melodi yang bagus dan yang luar biasa layak dibaca bersamaan dengan latihan ini.
Menit 5–6: Temukan bunyi vokal dulu
Sebelum kamu menulis satu kata pun, tentukan vokal apa yang kamu nyanyikan di nada puncak.
Nada yang paling mudah dinyanyikan dibangun di atas vokal terbuka: A (seperti dalam "say"), O (seperti dalam "go"), Oh, Ah, Ay.
Gumamkan melodinya sampai kamu merasakan di mana puncaknya. Lalu tanyakan: kata apa dengan vokal terbuka yang kuat bisa tinggal di sana?
Beberapa pilihan: away, stay, alone, hold, know, open, rise, fall, feel.
Kamu belum menulis hook, kamu sedang menemukan vokal, lalu membangun kata, lalu membangun barisnya.
Menit 7–8: Tulis barisnya mundur
Mulai dengan kata terakhir hook, kata tempat ia mendarat. Kata itu harus:
- Kata yang paling penting secara emosional
- Pada vokal terbuka
- Satu suku kata jika memungkinkan (lebih mudah ditahan dan diulang)
Sekarang bekerja mundur. Apa yang mengarah ke kata itu? Apa yang mempersiapkannya?
Contoh: kamu ingin mendarat di "go."
- "I can't let go"
- "I watch you go"
- "nowhere left to go"
Semua itu adalah hook potensial. Tiga lagu berbeda, titik pendaratan sama. Pilih yang cocok dengan ceritamu.
Menit 9–10: Ulangi tiga kali
Nyanyikan hook-nya tiga kali berturut-turut, dengan suara keras, tanpa berhenti.
Pertama kali: selesaikan saja. Kedua kali: perhatikan apa yang terasa sedikit salah, suku kata yang tidak pas, nada yang terasa kurang tepat. Ketiga kali: perbaiki yang kamu perhatikan.
Tiga pengulangan cukup untuk mengetahui apakah sesuatu itu hook atau hanya sebuah baris. Hook yang sesungguhnya membaik dengan pengulangan. Ia mulai terasa tak terelakkan. Jika mulai terasa kosong, itu placeholder, kembali ke menit 3.
Apa yang harus dilakukan dengan "hampir tapi belum tepat"
Kebanyakan hook setelah 10 menit hampir sampai, bentuk yang tepat, emosi yang tepat, tapi satu hal belum mendarat. Ketika itu terjadi:
- Ganti satu kata (pertahankan semua yang lain identik)
- Geser ritme satu ketukan (kadang kamu hanya memulainya terlalu awal atau terlalu lambat)
- Naikkan atau turunkan nada puncak satu langkah
Satu perubahan kecil hampir selalu cukup. Jangan tulis ulang hook, sesuaikan saja.
Tujuan latihan ini bukan menulis hook terbaikmu sepanjang masa dalam 10 menit. Tujuannya membangun otot. Semakin sering kamu menghasilkan ide hook dengan cepat, semakin baik instingmu tentang apa yang berhasil.
GenLyr dibuat persis untuk ini, gumamkan ide melodi yang kamu temukan dalam 10 menit itu, dan ia menghasilkan lirik yang cocok dengan ritme dan bentuknya. Ini cara melihat hook kasarmu dipantulkan kembali padamu, yang sering menunjukkan apa yang kurang. Jika kata-kata adalah bagian yang lebih sulit, 7 teknik menulis lirik saat buntu melanjutkan dari tempat ini berhenti.